Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Corals

Interaksi Organisme dengan Ekosistem Terumbu Karang

  Pendahuluan Variasi habitat terumbu karang, dalam hal ini variasi mikro-habitat tidak hanya terdiri dari habitat karang saja, tetapi juga daerah berpasir, berbagai teluk dan celah, daerah algae dan sponge serta masih banyak lagi. Keberagaman habitat tersebut merupakan salah satu faktor kunci tingginya keragaman organisme di terumbu karang sehingga Terumbu karang (coral reef) merupakan salah satu ekosistem khas di daerah tropik dengan ciri produktivitas organik dan biodiversitasnya yang tinggi. Komponen biota terpenting di terumbu karang yaitu karang batu ( Scleractinia ) yang kerangkanya terbuat dari bahan kapur. Organisme terumbu karang merupakan salah satu kelompok hewan atau tumbuhan yang berasosiasi dengan terumbu karang, keberadaannya mencolok dan ditemukan pada berbagai mikro-habitat di terumbu karang. Organisme karang, ada yang hidup menetap serta mencari makan di areal terumbu karang (sedentary), sehingga apabila terumbu karang rusak atau hancur maka or...

Rantai Makanan pada Ekosistem Terumbu Karang

PENDAHULUAN Konsep ekosistem merupakan suatu konsep yang kompleks, karena di dalamnya terjadi hubungan timbal balik dan saling ketergantungan antara komponen-komponen penyusunnya, yang membentuk hubungan fungsional dan tidak dapat dipisahkan. Di dalam sebuah ekosistem terjadi transfer energi antara komponennya yang bersumber dari sinar matahari melalui proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan hijau berklorofil. Makhluk hidup lain yang tidak memiliki kemampuan berfotosintesis, menggunakan energi matahari dengan cara mengkonsumsi produsen (organisme yang dapat melakukan fotosintesis) dan begitu selanjutnya sehingga terbentuk suatu rantai makana. Terumbu karang (coral reef) merupakan ekosistem yang khas terdapat di daerah tropis. Ekosistem ini memiliki produktivitas organic yang sangat tinggi (Burke et al, 2002). Demikian pula dengan keanekaragaman biota yang ada didalamnya. Di tengah samudra yang miskin bisa terdapat pulau karang yang produktif hingga kadang-kadang terumbu ka...

Karakteristik, habitat dan persebaran, reproduksi, kebiasaan makan Karang Acropora millepora

Terumbu karang adalah salah satu ekosistem tertua yang secara ekonomi dan biologi sangat penting di dunia. Meskipun demikian, terumbu karang menghadapi sejumlah ancaman serius, termasuk polusi dari daratan, dampak pemancingan, perubahan iklim, dan penipisan terumbu, peningkatan keasaman laut, serta kurangnya kesadaran masyarakat (NOAAH, 2009). Karang Acropora adalah beberapa terbesar yang memberikan kontribusi untuk formasi karang di dunia. Bahkan, karang Acropora dan Montipora satu-sepertiga dari semua spesies terumbu karang. Acropora merupakan terumbu karang yang paling toleran terhadap suhu air, perubahan salinitas, pergerakan air/arus, dan intensitas cahaya (animal-world.com). Spesies Acropora millepora berstatus hampir terancam dikarenakan populasinya yang berkurang dikarenakan oleh pemutihan karang (coral bleaching) dan perdagangan coral untuk akuarium. Ancaman yang lain diperkirakan dari perubahan iklim dan pengasaman laut. Spesies ini banyak ditemukan di Laut Merah, Samudra ...

Reproduksi dan Manfaat Kandungan Lemak Acropora hyacinthus

PENDAHULUAN   Terumbu karang tersebar di laut dangkal di daerah tropis hingga subtropis yaitu di antara 32o Lintang Utara dan 32o Lintang Selatan mengelilingi bumi. Garis lintang tersebut merupakan batas maksimum di mana karang masih dapat tumbuh. Karang pembentuk terumbu hanya dapat tumbuh dengan baik pada daerah-daerah tertentu seperti pulau-pulau yang sedikit mengalami proses sedimentasi atau di sebelah barat dari benua yang umumnya tidak terpengaruh oleh adanya arus dingin yang berasal dari kutub selatan. Indonesia dikenal sebagai pusat keanekaragaman jenis karang dan tempat asal-usul karang. Jenis-jenis karang yang ditemukan di Indonesia diperkirakan sebanyak 590 jenis yang termasuk dalam 80 marga karang. Sebagai gambaran di Pulaupulau Raja Ampat berhasil diidentifi kasi sebanyak 456 jenis karang yang termasuk dalam 77 marga (Veron, 2002). Sebagai gambaran bahwa Indonesia merupakan pusat keanekaragaman jenis karang adalah sebaran karang dari jenis Acropora. Di dunia jenis ...

Diskripsi Tentang Karakteristik, Pola Distribusi, Klasifikasi, Sistem Reproduksi dan Kebiasaan Makan Karang Matahari (Tubastrea Coccinea)

The Sun Coral Oleh : Jamalludin & Arya (Ilmu Kelautan UNSOED Angkatan 2012) Tubastrea, atau karang matahari. Memiliki polip berukuran besar dengan banyak tentakel yang berbentuk bintang. Karang ini menjadi primadona untuk dijadikan objek fotografi bawah laut karena keindahannya.  Keindahan sun coral ini selain dari bentuk polyp juga karena warnanya yang cerah (jingga, kuning, hitam, dan lain-lain). Karena hal ini pula karang ini banyak dipelihara di aquarium oleh para hobiist. Karang ini juga dapat diekspor sebagai karang hias, namun kuotanya dibatasi karena sun coral termasuk kedalam daftar appendix cites(a). Para diver dapat menemukan karang ini dilaut yang lebih dalam dari karang pada umumnya, bahkan dapat ditemukan didalam gua. Genus ini memiliki 5 spesies, satu diantaranya masuk kategori critically endangered (krisis) dalam daftar merah IUCN yakni Tubastrea florean (b). Yang akan dibahas dari tulisan ini ialah karang jenis Tubastrea coccinea atau yang ser...